UPAYA PENCEGAHAN FLUOR ALBUS PADA WANITA USIA SUBUR DI INSTALASI RAWAT JALAN RS BAPTIS KEDIRI

Selvia David Richard, Era wati

Abstract


Fluor Albus adalah keluhan akibat cairan disekresi oleh saluran kelamin perempuan untuk jangka waktu yang panjang, ketekunan, luka berdarah dan bernanah, bau, rasa sakit dan gatal. Seluruh permukaan saluran kelamin perempuan mampu berwarna rahasia dan lendir berbau. Fluor Albus dibagi menjadi dua bentuk. Mereka adalah fisiologis Fluor Albus dan patologis Fluor Albus. kebersihan pribadi mempengaruhi Fluor Albus perempuan subur. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi adalah perempuan subur di Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Kediri Baptist. Menggunakan Consecutive Sampling Teknik, diperoleh 32 responden. variabel itu perilaku pencegahan Fluor Albus untuk wanita subur di Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Baptis Kediri. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner
dan wawancara. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi dan dikonversi ke dalam bentuk persentase. Hasil menuju 32 responden menunjukkan 7 responden (21,8%) memiliki perilaku yang baik, 22 responden (68,8%) memiliki perilaku
yang cukup dan 3 responden (9,4%). Bisa dikatakan bahwa sebagian besar responden atau 22 responden (68,8%) memiliki perilaku yang cukup. Kesimpulannya, dapat dikatakan bahwa berdasarkan penelitian pada Agustus, 1-7, 2011, sebagian besar perempuan subur di Instalasi Rawat Jalan di Kediri Baptist Hospital atau 22 responden (68,8%) memiliki perilaku pencegahan cukup Fluor Albus.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.