HUBUNGAN ANTARA SEKSIO SESAREA DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM

Erwin Reni Fitriani, Arif Rohman Mansur, Ignasia Nila Siwi

Sari


Perubahan fisiologis terberat yang terjadi pada neonatus adalah transisi dari sirkulasi janin atau plasenta menuju respirasi independen. Kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Panembahan Senopati Bantul pada tahun 2014 sebanyak 503 kasus. Salah satu faktor yang mempengaruhi asfiksia adalah persalinan seksio sesarea. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara seksio sesarea dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Panembahan Senopati. Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan pendekatan retrospective. Metode pengumpulan data menggunakan tehnik sistematic random sampling yang diambil dari rekam medis bayi yang mengalami asfiksia neonatorum di RSUD Panembahan Senopati Bantul pada tahun 2015 dengan jumlah 425 bayi. Angka kejadian seksio sesarea di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebanyak 211 kasus terdiri dari  primary cesarean (48,4%) dan repeat cesarean delivery (51,6 %). Sedangkan kejadian asfiksia neonatorum pasca seksio sesarea sebanyak 129 kasus. Nilai significancy pada hasil analisa uji chi – square adalah 0,01 (p< 0.05) dan OR sebesar 2,38 dengan IK 95% (1,61 – 3,52). Kesimpulan pada penelitian Terdapat hubungan antara seksio sesarea dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Panembahan Senopati.

nal, kompetensi dalam membina hubungan interpersonal, kompetensi dalam mengajar (pedagogic) dan kemampuan dalam manajerial. Kesimpulan didapatkan Kompetensi pembimbing klinik sesuai presepsi pembimbing klinik

 


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Komentar di artikel ini